Detail Cantuman Kembali
KAJIAN OBAT-OBAT ANTIBAKTERI DENGAN SISTEM PENGHANTARAN OBAT INTRAVAGINAL YANG BERSIFAT MUKOADHESIF
Penduduk wanita di Indonesia sekitar 90% berpotensi mengalami keputihan (bacterial vaginosis) karena negara Indonesia beriklim tropis. Pengobatan infeksi bakteri pada vagina menurut Food and Drug Administration (FDA) menggunakan metronidazole, clindamysin, tinidazole, dan secnidazole. Sistem penghantaran obat melalui vagina atau intravaginal dapat bertujuan memberikan efek lokal maupun sistemik. Bahan pembawa sistem penghantaran obat yang bersifat mukoadhesif menggunakan polimer mukoadhesif. Dengan tujuan dalam penelitian ini adalah: Mengetahui daya mukoadhesif sistem penghantaran obat intravaginal yang bersifat mukoadhesif dengan kandungan obat antibakteri, kandungan obat antibakteri menggunakan polimer mukoadhesif yang berupa Hydroxypropyl methylcellulose (HPMC), Hydroxyethyl cellulose (HEC), Gellan gum, Carbopol, Natrium karboksimetilselulosa (CMC-Na), Pluronic, dan Carrageenan. Keseluruhan hasil formula pada setiap penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa konsentrasi polimer mukoadhesif yang dihasilkan baik dan bisa dijadikan sebagai sistem penghantaran obat intravaginal. Obat antibakteri yang digunakan adalah Metronidazole, Itraconazole, Clindamycin HCl, Clotrimazole, Miconazole, Secnidazole, Tenofovir Disoproxil Fumarate, dan Cidofovir. Dimana sebagian besar sediaan obat antibakteri yang dijadikan penelitian berbentuk gel, sisanya dalam bentuk hidrogel dan tablet vaginal. Keseluruhan penelitian menunjukkan bahwa obat antibakteri yang digunakan sebagai formulasi yang bersifat mukoadhesif memiliki sistem penghantaran yang baik sebagai obat intravaginal.
TRIANDINI, MEISAH - Personal Name
6B.S-Far Tri k 09-23
6B.S-Far Tri k 09-23
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2023
Surabaya
xiv, 39p.; ill.; tab.; 30cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







